Pernyataan Dibuat Oleh: Sultan Junjungan Sakti Yang Dipertuan Ke 27

Melihat dinamika akhir-akhir ini tentang ramainya orang-orang yang berbicara tentang adat istiadat di paksi pak sekala brak baik di media sosial maupun di mass media, Sebagai Saibatin Paksi saya tentunya sangat dan sangat berhak untuk membicarakan masalah adat, karena saibatin itu adalah pemimpin dari komunitas adat dan pewaris langsung yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian adat istiadat ini.

Baca Juga: Saibatin Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Belunguh: “Adat harus dilestarikan, adat harus dijaga, adat harus diluruskan” (PART 1)

Kadang miris melihat dinamika yang terjadi, yang seharusnya dengan adat ini kita bisa sekahutan, saling menyayangi, sebalakan, saling membesarkan, seangkonan merasa rekat dalam persaudaraan, tapi karena digoreng oleh beberapa orang yang dalam hal ini disiplin ilmunya bukan sebagai peneliti atau sejarawan akhirnya bisa menimbulkan keretakan hubungan, padahal antar paksi itu sepakat untuk tidak saling mencampuri urusan internal dari kepaksian lain.

Oleh sebab itu saya selaku Saibatin Kepaksian Belunguh mengambil sikap untuk memberikan kesan sejuk dimasyarakat adat, kita jangan mudah diadu domba, jangan mudah terprovokasi, dan jangan dengan mengatas namakan adat kita terpecah belah, kemudian terjadi pantun bersahut di media.

Terkait: Saibatin Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Belunguh: “Tanpa adanya prosesi adat mustahil ada gelar adat” (PART 2)

Apapun yang saya sampaikan terkait dengan adat istiadat itu sudah sesuai dengan koridor adat yang bener, berdasarkan tambo dan berdasarkan catatan-catatan Saibatin pendahulu saya tentang pengertian-pengertian dari istilah adat istiadat itu sendiri, tujuannya adalah agar menjadi bahan pembelajaran kepada masyarakat adat khususnya generasi muda penerus tampuk pimpinan kita kelak dikemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *